• Event & Kegiatan

    Tahun 2012

    Lokakarya Nasional yang dilaksanakan pada tanggal 22 sampai dengan 24 November 2012 merupakan kegiatan yang sangat penting, mengingat jaringan informasi dalam situasi global perlu mendapat perhatian yang serius dari semua pihak. Jaringan informasi akan berhubungan dengan sistem informasi lain, baik secara nasional maupun internasional dalam rangka kerjasama yang saling menguntungkan. Kerjasama tersebut perlu diatur strateginya sedemikian rupa agar memperoleh informasi yang efektif, efisien, lengkap, akurat, dan cepat. Sehingga, tidak mengabaikan kepentingan bangsa yang lebih luas dan rahasia negara.

    Rakor Pokja JLPLIK dilakukan untuk melakukan review dan evaluasi apa yang telah dilakukan dan merealisasikan kegiatan-kegiatan yang belum dilakukan sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat Workshop Penulisan Ilmiah perlu dilakukan, karena kemampuan menulis dengan baik merupakan keterampilan yang sangat penting bagi staf fungsional pustakawan. Banyak tugas yang diemban pustakawan menuntut kemampuan ini, yaitu menulis surat, laporan, proposal, rencana kerja, notulensi pertemuan, buku panduan, newsletter, brosur, makalah, review dan publikasi lainnya adalah sebagian dari kegiatan rutin pekerjaan yang harus diselesaikan dengan baik.

    Selain yang disebutkan tersebut, dengan menulis pula seseorang dapat mengembangkan kemampuan berpikir dinamis kreatif, kemampuan analisa , sintesa, dan kemampuan membedakan berbagai hal secara akurat dan valid. Akan tetapi, kemampuan ini agak jarang kita lakukan untuk kemudian terus ditingkatkan. Maka tidak heran, pada sebagian besar orang masih tetap melekat pandangan, bahwa "menulis itu sulit dan saya tidak bisa". Tanpa sadar lalu muncul kebiasaan menunda, selalu minta bantuan orang lain, atau kalaupun dilakukan, hanya karena terpaksa, sehingga belum menjadikannya sebagai sebuah kegiatan yang menyenangkan. Pandangan seperti ini, tentu saja perlu diubah. Salah satunya, dengan melatih lagi kompetensi kemampuan menulis (baik menulis ilmiah ataupun popular) bagi segenap staf, khususnya para Pustakawan anggota perpustakaan Hellis Indonesia /JLPLIK.

     

    hellis.jpg

    Tahun 2011

    Lokakarya Nasional yang dilaksanakan ada tanggal 6 sampai dengan 8 Oktober 2011 merupakan kegiatan yang sangat penting, mengingat jaringan informasi dalam situasi global perlu mendapat perhatian yang serius dari semua pihak. Jaringan informasi akan berhubungan dengan sistem informasi lain, baik secara nasional maupun internasional dalam rangka kerjasama yang saling menguntungkan. Kerjasama tersebut perlu diatur strateginya sedemikian rupam agar memperoleh informasi yang efektif, efisien, lengkap, akurat, dan cepat. Sehingga, tidak mengabaikan kepentingan bangsa yang lebih luas dan rahasia negara.

    Dalam lokakarya ini disajikan tentang bagaimana jaringan layanan perpustakaan, literatur, dan informasi kese hatan yaitu: kerjasama antara perpustakaan/pusat dokumentasi informasi bidang kesehatan dan bidang lain yang berkaitan di lingkungan Kementerian Kesehatan, Rumah Sakit, Lembaga Pendidikan, Balitbangda, Dinas Kesehatan didalam penghimpunan pengolahan dan penyebarluasan informasi iptek kesehatan.

    Tujuan penyelenggaraan Lokakarya Nasional adalah:

    (a) menambah wawasan anggota jaringan

    (b) meningkatkan pengetahuan anggota jaringan

    (c) memperoleh kesepakatan dalam model dan standar kerjasama diantara anggota jaringan

    (d) memilih dewan pembina jaringan

    Tahun 2010

    Dalam rangka meningkatkan teknologi dan produk teknologi kesehatan, telah dibentuk dan dikembangkan Jaringan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kesehatan. Sedangkan dalam memenuhi kebutuhan informasi IPTEK Kesehatan, juga telah dikembangkan Jaringan Informasi IPTEK Kesehatan dibentuk pada tahun 1971. Sejak awal tahun 2000-an, Badan Litbang Kesehatan sebagai Pusat Jaringan Informasi IPTEK Kesehatan berupaya meningkatkan kembali kinerja jaringan. Namun demikian, sampai saat ini kemajuan Jaringan Informasi IPTEK Kesehatan belum dirasakan. Langkah-langkah konkrit untuk reformasi dan revitalisasi belum pernah dilaksanakan. Padahal dalam abad informasi ini, peran dan fungsi Jaringan Litbang Kesehatan dan Jaringan Informasi IPTEK Kesehatan dalam mendukung tercapainya tujuan-tujuan pembangunan nasional di bidang kesehatan dan target-target Millenium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015, sangat signifikan.


    Berkaitan dengan itu, dirasakan perlunya disusun Rencana Strategis Pengembangan, baik bagi Jaringan baik bagi Jaringan Litbang Kesehatan maupun Jaringan Informasi IPTEK Kesehatan, untuk kurun waktu 2010-2015. Penyusunan Rencana Strategis ini diawali dengan kegiatan analisis situsasi dan kecenderungan masing-masing jaringan. Untuk itu Badan Litbang Kesehatan bekerjasama dengan World Health Organization (WHO) menyelenggarakan Lokakarya Nasional Jaringan Litbang Kesehatan dan Jaringan Informasi IPTEK Kesehatan. Dalam Lokakarya Nasional ini akan disajikan hasil analisis situasi dan kecenderungan masing-masing jaringan dari berbagai wilayah untuk kemudain disatukan dan dibahas serta dilengkapi menjadi hasil analisis situasi yang dijadikan dasar penyusunan Rencana Strategis Pengembangan Jaringan.

    Tahun 2009

    Pada tahun 2009, ada dua kegiatan yang telah diadakan yaitu WORKSHOP yang diselenggarakan di Universitas Brawijaya Malang pada tanggal 24-26 Juni 2009 dan Workshop Jaringan Informasi IPTEK Kesehatan (HELLIS Workshop) yang diselenggarakan di Bogor pada tanggal 6-8 November 2009.

    Tahun 2008

    Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) Departemen Kesehatan yang merupakan Pusat Jaringan Informasi Iptek Kesehatan (HELLIS National Focal Point) di Indonesia telah beberapa kali mengadakan pertemuan dan pelatihan bagi anggota jaringan. Pertemuan terakhir yang dilaksanakan bertema : "Revitalisasi Jaringan Informasi Iptek Kesehatan" diselenggarakan di Hotel Horison Bandung pada tanggal 9-11 Mei 2007

    Saat ini anggota Jaringan Informasi Iptek Kesehatan memiliki kemampuan untuk mengelola informasi Iptek kesehatan. Untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi yang pesat, anggota jaringan perlu strategi baru dalam kerjasama diseminasi Iptek kesehatan terutama yang berbasis teknologi informasi.

    Dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut, Badan Litbangkes bekerjasama dengan WHO menyelenggarakan Lokakarya Nasional Jaringan Informasi Iptek Kesehatan : "Pemantapan Strategi Kerjasama Diseminasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kesehatan Berbasis Teknologi Informasi Perpustakaan". Untuk menambah wawasan dan pengalaman anggota jaringan, akan diberikan materi seperti Program WHO dalam pemantapan kegiatan anggota jaringan dan pengalaman anggota jaringan dalam penggunaan teknologi informasi.

    Kegiatan Lokakarya tersebut diselenggarakan pada tanggal 15 - 17 Oktober 2008 di Bandung dan diikuti oleh peserta sebanyak 85 orang yang masing-masingnya mewakili berbagai instansi.

    Galeri Foto