Manajemen informasi Iptek kesehatan sangat penting untuk memberi informasi yang akurat, cepat dan tepat kepada pengambil keputusan, peneliti, atau pengguna lainnya. Pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan adalah untuk kepentingan masyarakat yang sebesar-besarnya. Penyebarluasan dalam rangka pemanfaatan hasil-hasil penelitian dan pengembangan kesehatan dilakukan melalui pembentukan jaringan informasi dan dokumentasi Iptek kesehatan (SKN, 2004).
Di Indonesia informasi Iptek Kesehatan yang sebagian besar disimpan di perpustakaan masih terbatas pemanfaatannya. Hal tersebut antara lain disebabkan oleh keterbatasan akses ke perpustakaan tersebut. Untuk meningkatkan akses tersebut, perpustakaan perlu membentuk kerjasama dengan perpustakaan lainnya sehingga tercipta peningkatan pelayanan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Salah satu bentuk kerjasama tersebut adalah Jaringan Informasi Iptek Kesehatan atau Health Literature, Library and Information Services (HELLIS) yang diprakarsai oleh WHO SEARO di tahun 1980.
Lokakarya Nasional Jaringan Informasi IPTEK Kesehatan Tahun 2008 di Bandung
Lokakarya Nasional Jaringan Informasi IPTEK Kesehatan Tahun 2009 di Malang





